muslimah di zaman sekarang.....
Masih Adakah Muslimah Sejati di zaman sekarang?
Di zaman yang penuh kebebasan ini banyak sekali wanita Muslimah
yang tidak memiliki ciri Muslimah. Mereka bersikap tidak sesuai dengan
apa yang diinginkan oleh Islam. Seperti dalam masalah materi, wanita
Muslimah seharusnya lebih mementingkan yang halal daripada jumlahnya.
Muslimah sejati tergambar pada riwayat yang menyebutkan bahwa
seorang wanita ketika melepaskan suaminya yang akan pergi bekerja
mencari nafkah berkata, “Bawa pulanglah rezeki yang halal, jika tidak
kau dapatkan maka kami lebih rela kelaparan daripada menerima siksa api
neraka.”
Keimanan wanita ini menjadikan dia mengucapkan kata-kata yang jika
kita ukur dengan keadaan sekarang sungguh aneh dan berbeda. Tetapi,
itulah Muslimah sejati. Dia lebih senang kekurangan harta dan makanan
daripada harus kelak menanggung beban siksaan api neraka.
Suami dari wanita seperti ini tentu tidak akan mau melakukan
keharaman demi menyenangkan hati istri dan keluarganya. Tidak akan
muncul para koruptor, penipu,maling, dan perampok, serta orang-orang
yang berlumuran dengan riba, karena para istri menolak menerima uang
haram.
Riwayat lain menyebutkan tentang Muslimah sejati yang perlu
diteladani dan direnungi oleh wanita sekarang. Ada seorang wanita yang
tengah ditinggal oleh suaminya pergi berjihad fi sabilillah. Wanita
tetangganya berkata kepadanya, “Bagaimana kau biarkan suamimu pergi
meninggalkanmu dan anak-anakmu, siapa yang akan memberi makan kalian
sekeluarga?
“Wanita itu menjawab dengan penuh keimanan, “Setahuku suamiku itu
akkaal (orang yang selalu makan) bukan Razzaaq (yang selalu memberi
rezeki), jika akkaal telah pergi maka Razzaaq masih ada.”
Pemahaman yang jernih wanita ini memberinya keyakinan bahwa yang
memberikan rezeki itu adalah Allah maka jika pun suaminya pergi
berjihad, tidak ada keraguan dalam hatinya untuk melepaskan pergi
berjuang. Adapun yang akan memberikan rezeki baginya dan anak-anaknya
adalah Allah, Ar Razzaaq.
Keyakinan seperti ini yang harus dimiliki oleh setiap Muslimah agar
dunia ini tegak berdasarkan Islam, karena bagaimana mungkin para
pejuang akan ikhlas jika para istri masih saja memberati suami mereka,
takut menghadapi tantangan hidup dan menjadi orang-orang yang lemah iman
dan daya juangnya.
Para Muslimah sejati seperti ini harus ditumbuhkembangkan agar
kehidupan ini lebih baik dan Islami. Dan benarlah perkataan seorang
bijak yang menyebutkan bahwa, “Di balik setiap laki-laki yang hebat itu
ada wanita yang hebat yang pula.
Hasan Al Banna malahan merumuskan ciri-ciri muslim sejati adalah sebagai berikut :
1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan
sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang
bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala
kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh
SWT.
5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu
menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi
disekitarnya.
6. Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya
seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain
dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
7. Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga
menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan
ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang
lain.
8. Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya
sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu
untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita
gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
9. Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga
menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung
jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik
dengan cara yang baik.
10. Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga
menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya
akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan
menjadikan kerinduan pada orang lain.
Moga dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan
kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.
Masih Adakah Muslimah Sejati di zaman sekarang?Author: atahadol | at :
02.09 | Category : Archives, artikel, artikel islami |Di zaman yang
penuh kebebasan ini banyak sekali wanita Muslimah yang tidak memiliki
ciri Muslimah. Mereka bersikap tidak sesuai dengan apa yang diinginkan
oleh Islam. Seperti dalam masalah materi, wanita Muslimah seharusnya
lebih mementingkan yang halal daripada jumlahnya.
Muslimah sejati tergambar pada riwayat yang menyebutkan bahwa seorang wanita ketika melepaskan suaminya yang akan pergi bekerja mencari nafkah berkata, “Bawa pulanglah rezeki yang halal, jika tidak kau dapatkan maka kami lebih rela kelaparan daripada menerima siksa api neraka.”
Keimanan wanita ini menjadikan dia mengucapkan kata-kata yang jika kita ukur dengan keadaan sekarang sungguh aneh dan berbeda. Tetapi, itulah Muslimah sejati. Dia lebih senang kekurangan harta dan makanan daripada harus kelak menanggung beban siksaan api neraka.
Suami dari wanita seperti ini tentu tidak akan mau melakukan keharaman demi menyenangkan hati istri dan keluarganya. Tidak akan muncul para koruptor, penipu,maling, dan perampok, serta orang-orang yang berlumuran dengan riba, karena para istri menolak menerima uang haram.
Riwayat lain menyebutkan tentang Muslimah sejati yang perlu diteladani dan direnungi oleh wanita sekarang. Ada seorang wanita yang tengah ditinggal oleh suaminya pergi berjihad fi sabilillah. Wanita tetangganya berkata kepadanya, “Bagaimana kau biarkan suamimu pergi meninggalkanmu dan anak-anakmu, siapa yang akan memberi makan kalian sekeluarga?
“Wanita itu menjawab dengan penuh keimanan, “Setahuku suamiku itu akkaal (orang yang selalu makan) bukan Razzaaq (yang selalu memberi rezeki), jika akkaal telah pergi maka Razzaaq masih ada.”Pemahaman yang jernih wanita ini memberinya keyakinan bahwa yang memberikan rezeki itu adalah Allah maka jika pun suaminya pergi berjihad, tidak ada keraguan dalam hatinya untuk melepaskan pergi berjuang. Adapun yang akan memberikan rezeki baginya dan anak-anaknya adalah Allah, Ar Razzaaq.
Keyakinan seperti ini yang harus dimiliki oleh setiap Muslimah agar dunia ini tegak berdasarkan Islam, karena bagaimana mungkin para pejuang akan ikhlas jika para istri masih saja memberati suami mereka, takut menghadapi tantangan hidup dan menjadi orang-orang yang lemah iman dan daya juangnya.
Para Muslimah sejati seperti ini harus ditumbuhkembangkan agar kehidupan ini lebih baik dan Islami. Dan benarlah perkataan seorang bijak yang menyebutkan bahwa, “Di balik setiap laki-laki yang hebat itu ada wanita yang hebat yang pula.
Hasan Al Banna malahan merumuskan ciri-ciri muslim sejati adalah sebagai berikut :1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.6. Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.7. Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.8. Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.9. Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.10. Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Moga dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.
Muslimah sejati tergambar pada riwayat yang menyebutkan bahwa seorang wanita ketika melepaskan suaminya yang akan pergi bekerja mencari nafkah berkata, “Bawa pulanglah rezeki yang halal, jika tidak kau dapatkan maka kami lebih rela kelaparan daripada menerima siksa api neraka.”
Keimanan wanita ini menjadikan dia mengucapkan kata-kata yang jika kita ukur dengan keadaan sekarang sungguh aneh dan berbeda. Tetapi, itulah Muslimah sejati. Dia lebih senang kekurangan harta dan makanan daripada harus kelak menanggung beban siksaan api neraka.
Suami dari wanita seperti ini tentu tidak akan mau melakukan keharaman demi menyenangkan hati istri dan keluarganya. Tidak akan muncul para koruptor, penipu,maling, dan perampok, serta orang-orang yang berlumuran dengan riba, karena para istri menolak menerima uang haram.
Riwayat lain menyebutkan tentang Muslimah sejati yang perlu diteladani dan direnungi oleh wanita sekarang. Ada seorang wanita yang tengah ditinggal oleh suaminya pergi berjihad fi sabilillah. Wanita tetangganya berkata kepadanya, “Bagaimana kau biarkan suamimu pergi meninggalkanmu dan anak-anakmu, siapa yang akan memberi makan kalian sekeluarga?
“Wanita itu menjawab dengan penuh keimanan, “Setahuku suamiku itu akkaal (orang yang selalu makan) bukan Razzaaq (yang selalu memberi rezeki), jika akkaal telah pergi maka Razzaaq masih ada.”Pemahaman yang jernih wanita ini memberinya keyakinan bahwa yang memberikan rezeki itu adalah Allah maka jika pun suaminya pergi berjihad, tidak ada keraguan dalam hatinya untuk melepaskan pergi berjuang. Adapun yang akan memberikan rezeki baginya dan anak-anaknya adalah Allah, Ar Razzaaq.
Keyakinan seperti ini yang harus dimiliki oleh setiap Muslimah agar dunia ini tegak berdasarkan Islam, karena bagaimana mungkin para pejuang akan ikhlas jika para istri masih saja memberati suami mereka, takut menghadapi tantangan hidup dan menjadi orang-orang yang lemah iman dan daya juangnya.
Para Muslimah sejati seperti ini harus ditumbuhkembangkan agar kehidupan ini lebih baik dan Islami. Dan benarlah perkataan seorang bijak yang menyebutkan bahwa, “Di balik setiap laki-laki yang hebat itu ada wanita yang hebat yang pula.
Hasan Al Banna malahan merumuskan ciri-ciri muslim sejati adalah sebagai berikut :1. Salimul Aqidah, Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.2. Shahihul Ibadah, Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.3. Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).4. Qowiyul Jismi, Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.5. Mutsaqoful Fikri, Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.6. Qodirun ‘alal Kasbi, Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.7. Mujahidun linafsihi, Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.8. Haritsun ‘ala waqtihi, Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.9. Munazhom Fii Su’unihi, Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.10. Naafi’un Li Ghairihi, Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Moga dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.Amin.
Read Users' Comments (0)